An Opinion: Kiblat Game Bergeser ke Barat? Tidak Juga!
Monday, August 9th, 2010
Note: Awalnya saya ingin membuat artikel tentang JRPG, tapi majalah Zigma nomor 93 ternyata telah membahas hal serupa, sehingga saya memodifikasi artikel ini sebagai separuh respons terhadap artikel tersebut.
Argumen saya: tidak ada yang namanya kiblat game sejak awal. Perkembangan game di kedua pihak Jepang dan Barat bisa bisa dibilang kebanyakan independen satu sama lain. Tentu, kadang ada judul yang lebih mengambil inspirasi dari pihak seberang, tapi judul seperti itu terbukti sering merupakan anomali.
Mungkin lebih tepat jika disebut: Kiblat game konsol di Indonesia. Bagi gamer yang besar di era konsol, mudah sekali melihat Jepang sebagai pemegang tahta, untuk kemudian bergeser ke Barat setelah perkembangan konsol next-gen. Artikel Zigma menyebutkan bahwa sebelumnya Barat hanya fokus di PC saja dan tidak di konsol. Pertanyaannya: Bukankah yang mainstream di Barat adalah game PC? Oleh karena itulah saya mengatakan perkembangan kedua belah pihak relatif independen. Orang Indonesia sering tidak memperhatikan bahwa game-game bestseller konsol seperti Dragon Quest VII dari Jepang dengan penjualan mencapai jutaan unit tidak menang dari game-game PC sezaman darj Barat seperti StarCraft atau Diablo yang juga mencapai jutaan unit. (more…)























